Kemajuan teknologi menghadirkan peluang baru dalam pendidikan, termasuk di bidang farmasi. Salah satu inovasi yang mulai dimanfaatkan adalah teknologi Augmented Reality (AR), yang mengintegrasikan dunia virtual ke dalam lingkungan nyata. AR menawarkan simulasi interaktif, visualisasi alat laboratorium, dan model tiga dimensi yang imersif, sehingga menciptakan pembelajaran yang menarik dan efektif. Dengan pendekatan ini, mahasiswa farmasi dapat lebih memahami alat dan proses farmasi, meskipun dihadapkan pada keterbatasan waktu, fasilitas, dan jumlah pengajar.
Di Indonesia, penerapan AR dalam pendidikan farmasi masih tergolong baru, tetapi potensinya sangat besar untuk mengatasi berbagai tantangan pembelajaran. Teknologi ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis mendekati dunia nyata tanpa memerlukan fasilitas laboratorium yang mahal atau waktu yang panjang. Oleh karena itu, pengembangan aplikasi berbasis AR menjadi langkah penting dalam modernisasi pendidikan farmasi, mempersiapkan tenaga farmasi yang lebih kompeten dan siap menghadapi kebutuhan industri.
Mekanisme Kerja AR
AR bekerja dengan cara memadukan elemen digital (seperti gambar, video, atau model 3D) ke dalam lingkungan nyata, memberikan pengalaman interaktif kepada pengguna. Berikut mekanisme dasar penggunaannya:
- Marker-Based AR: Menggunakan marker (misalnya, kode QR atau gambar khusus) yang dipindai oleh perangkat seperti smartphone atau tablet. Setelah marker dikenali, perangkat menampilkan objek atau informasi virtual di layar.
- Markerless AR: Memanfaatkan teknologi GPS atau pengenalan lokasi untuk menampilkan elemen virtual tanpa memerlukan marker fisik.
- Smart Glasses AR: Menggunakan kacamata pintar untuk memproyeksikan informasi langsung ke dalam pandangan pengguna.
Penggunaan dalam Pendidikan dan Praktik Farmasi
- Pembelajaran Laboratorium
- Penggunaan Virtual Laboratory Tools: Mahasiswa dapat menggunakan AR untuk mempelajari fungsi alat laboratorium farmasi seperti pipet, mikroskop, atau rotary evaporator. Aplikasi AR menampilkan simulasi 3D dari alat tersebut serta petunjuk langkah-langkah penggunaannya
- Simulasi Prosedur Praktikum: AR memberikan simulasi prosedur laboratorium, seperti cara mencampur bahan kimia atau melakukan uji kelarutan, tanpa risiko kesalahan nyata yang dapat terjadi di laboratorium fisik
- Pelatihan Pengetahuan Obat
- Visualisasi Molekul dan Obat: AR dapat digunakan untuk menampilkan struktur molekul atau mekanisme kerja obat dalam format 3D. Ini membantu mahasiswa memahami bagaimana obat bekerja di tubuh manusia, seperti efek farmakodinamika dan farmakokinetika
- Informasi Obat Interaktif: Mahasiswa atau profesional farmasi dapat memindai kemasan obat menggunakan perangkat AR untuk mendapatkan informasi tambahan seperti efek samping, dosis, dan cara penyimpanan.
C. Edukasi Pasien
- Simulasi Penggunaan Obat: AR dapat digunakan untuk memberikan edukasi visual kepada pasien, seperti cara menggunakan inhaler atau insulin pen dengan benar.
- Visualisasi Interaksi Obat: Dengan memindai obat tertentu, pasien dapat melihat simulasi interaksi obat secara langsung, membantu mereka memahami efek kombinasi obat tertentu.
Contoh Implementasi
- Aplikasi AR untuk Diabetes Mellitus
(Sumber : https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/download/2050/1463/12088)
Aplikasi AR berbasis Android, seperti DMAR (Diabetes Mellitus Augmented Reality), memberikan informasi edukatif tentang obat diabetes, termasuk visualisasi 3D dari organ terkait dan mekanisme kerja obat seperti insulin dan metformin.
- Laboratorium Fitokimia
(Sumber : https://pdfs.semanticscholar.org/1e5d/dbf5e69413f4572fd9bd48989ffee8c9189e.pdf)
Pada pelatihan laboratorium, aplikasi seperti AR Fitokimia memanfaatkan marker untuk menampilkan hasil uji fitokimia, seperti alkaloid dan flavonoid, dalam format interaktif sehingga siswa dapat memahami langkah-langkah eksperimen secara rinci.
Keuntungan Penggunaan AR di Farmasi
- Pengurangan Kesalahan: Memberikan petunjuk langkah demi langkah untuk prosedur, sehingga mengurangi kesalahan selama pembelajaran atau praktik.
- Pembelajaran Interaktif: Meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dengan konten visual yang menarik.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Memungkinkan simulasi tanpa memerlukan bahan laboratorium fisik yang mahal.
- Aksesibilitas: Mahasiswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja menggunakan perangkat mereka sendiri.
Tantangan dalam Implementasi AR
Meskipun potensinya besar, implementasi AR menghadapi beberapa tantangan, seperti kebutuhan akan perangkat keras dengan spesifikasi tertentu (seperti kamera beresolusi tinggi atau AR glasses), biaya pengembangan aplikasi yang tinggi, dan keterbatasan dalam ketersediaan sumber daya manusia yang terampil dalam mengembangkan teknologi ini
Kesimpulan
Pendidikan farmasi memerlukan pendekatan terpadu antara teori dan praktik untuk menghasilkan tenaga yang kompeten. Namun, kendala seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan pengajar sering menghambat pembelajaran. Teknologi Augmented Reality (AR) menawarkan solusi dengan menyediakan simulasi virtual alat, proses farmasi, dan model 3D yang interaktif, sehingga membuat pembelajaran lebih efektif. Di Indonesia, penerapan AR dalam pendidikan farmasi masih baru, sehingga pengembangan aplikasi berbasis AR menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern.
Daftar Pustaka
- Kapp, K., Sivén, M., Laurén, P., Virtanen, S., Katajavuori, N., & Södervik, I. (2022). Design and Usability Testing of an Augmented Reality (AR) Environment in Pharmacy Education Presenting a Pilot Study on Comparison Between AR Smart Glasses and a Mobile Device in a Laboratory Course. Education Sciences. 12(854). https://doi.org/10.3390/educsci12120854
- Kristanty, R. E., & Hakiem, N. (2022). A Design of Interactive Augmented Reality Mobile Learning Application For iOS-Based Device: Phytochemical Screening Material. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 7(4): 158–166.
- Kurniawan, A. H., Puspita, N., Yusmaniar, & Rajendra, F. (2023). The Effectiveness of Using Digital Applications for Diabetes Mellitus with Augmented Reality Models as Learning Media In Pharmacy Education. Pharmacy Education. 23(2): 53–59. https://doi.org/10.46542/pe.2023.232.5359
- Putra, D., Triase, & Putri, R.A. (2024). Aplikasi Pengenalan Alat Laboratorium Farmakognosi di SMK Kesehatan Sidimpuan Husada Menggunakan Augmented Reality. Journal of Science and Social Research. 7(2):707–714.
- https://www.solutelabs.com/blog/augmented-reality-healthcare
Penulis dan Afiliasi
Dhea Ananda / 22416248201117 / FM22D/ Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang
