https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrjZka_3S1n.LMAg79XNyoA;_ylu=
Industri kesehatan, khususnya industri farmasi, mengalami transformasi besar dalam hal penggunaan teknologi informasi dalam era transformasi digital yang berkembang pesat. Apotek adalah bagian strategis dari rantai pelayanan kesehatan dan bertanggung jawab untuk menyediakan obat-obatan yang diperlukan oleh Masyarakat. Pada saat yang sama, pengelolaan stok obat di apotek menjadi semakin sulit. Untuk memastikan kelancaran operasional dan pelayanan yang optimal kepada pasien, beberapa elemen penting harus diatasi, termasuk ketersediaan obat yang tepat, pengawasan tanggal kedaluwarsa, dan pemantauan permintaan pasar.
Untuk mengelola persediaan obat di apotek, aplikasi berbasis web dapat menjadi Solusi inovatif yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kesalahan pengelolaan obat, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
https://images.search.yahoo.com/search/images;
Aplikasi Web untuk Pengelolaan Persediaan Obat di Apotek merupakan kebutuhan penting dalam industri kesehatan, sebagaimana disoroti oleh beberapa penelitian. Afni [10] dan Johan [11] sama-sama menekankan pentingnya system komputerisasi dalam pengelolaan inventaris obat, dengan focus pada potensi kesalahan dalam proses manual dan pada perlunya peningkatan kualitas layanan. Bachtiar [12] dan Rukmana [13] lebih jauh menggarisbawahi pentingnya pengelolaan obat yang efisien di fasilitas kesehatan. Bachtiar menyoroti peran system inventaris dalam efisiensi operasional dan Rukmana menunjukkan perlunya peningkatan pengendalian dan penyimpanan. Studi-studi ini secara kolektif menyoroti perlunya Aplikasi Web untuk Pengelolaan Persediaan Obat di Apotek yang komprehensif dan efisien.
Penggunaan metodologi Waterfall dalam pengembangan aplikasi manajemen inventaris berbasis web untuk apotek telah dieksplorasi dalam penelitian terbaru. Suatkab [14] dan Herlina [15] sama-sama menerapkan metode Waterfall untuk mengembangkan sistem yang memperlancar administrasi dan penjualan obat, dan Suatkab [14] secara khusus berfokus pada Apotek Harapan Kita di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Suherni [16] dan Muslih [17] juga memanfaatkan metode Waterfall dalam pengembangan sistem informasi transaksi obat di apotek, dengan Muslih [17] fokus pada Klinik Tiara Bunda. Studi-studi ini secara kolektif menunjukkan efektivitas metodologi Waterfall dalam pengembangan aplikasi manajemen inventaris berbasis web untuk apotek.
https://images.search.yahoo.com/images/view;_ylt=
Metode Waterfall, atau sering disebut sebagai model pengembangan perangkat lunak sekuensial atau linear, adalah salah satu pendekatan tradisional dalam pengelolaan proyek pengembangan perangkat lunak. Metode ini melibatkan proses pengembangan yang terstruktur dan linier, di mana setiap fase harus diselesaikan sebelum memulai fase berikutnya. Berikut adalah penjelasan rinci tentang metode Waterfall:
- Perencanaan: Menentukan tujuan penelitian dan ruang lingkupnya, serta kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan, seperti apoteker, staf apotek, dan pemilik apotek. Kemudian buat rencana penelitian yang mencakup jadwal, sumber daya, dan sumber daya yang diperlukan.
- Analisis: Melalui wawancara dengan apoteker dan karyawan apotek, Pada tahap ini penulis menganalisa kebutuhan user interface yaitu menu login, menu utama, file, input transaksi, laporan persediaan dan termasuk dokumen-dokumen reperentasi dokumen masukan Nota Penjualan dan Invoice, dokumen pengeluaran Laporan penjualan dan Laporan Persediaan barang.
- Desain: Tahap ini menganalisis kebutuhan membantu membuat struktur sistem untuk mengelola persediaan obat. Merancang aplikasi mudah digunakan oleh apoteker dan karyawan.
- Implementasi: Berdasarkan desain yang telah dibuat, mulailah membuat aplikasi untuk mengelola persediaan obat. Proses pengkodean dan integrasi bagian aplikasi.
- Pengujian: Uji aplikasi untuk memastikan bahwa memenuhi persyaratan. Pengujian focus pada perangkat lunak secara segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah di uji.
Daftar Pustaka
- F. Pangandaheng et al., “Transformasi Digital: Sebuah Tinjauan Literatur Pada Sektor Bisnis dan Pemerintah,” Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, vol. 10, no. 2, 2022.
- N. Panggabean, “Memahami dan mengelola transformasi digital,” 2021.
- N. Rahmadyah and N. Aslami, “Strategi Manajemen perubahan perusahaan di era transformasi digital,” Ekonam: Jurnal Ekonomi, Akuntansi & Manajemen, vol. 4, no. 2, pp. 91-96, 2022.
- S. G. Suatkab, “Pengembangan Purwarupa Aplikasi Administrasi dan Penjualan Obat Berbasis Web Menggunakan Metode Waterfall,” JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER), vol. 3, no. 2, 2022.
- H. Herlina, “Perancangan Sistem Informasi Transaksi Pelayanan Obat Di Apotek Menggunakan Metode Waterfall,” Journal Peqguruang, vol. 3, no. 1, pp. 6-10, 2021.
Referensi : https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jitkom/article/view/24772/pdf
Penulis: Zahra Khairunnisa -FM22B- FARMASI UBP KARAWANG
